Thursday, October 20, 2016

Kisruh Masyarakat Penggarap Lahan Perhutani Grobogan

Grobogan-Cakrawalaonline, Masyarakat desa penggarap lahan perhutani sempat dibuat resah dengan harga sewa lahan yang tidak menentu, sehingga ada kekisruhan di tingkat bawah. Hal tersebut dikarenakan faktor ketidaktahuan masyarakat desa hutan selaku penggarap lahan kosong perhutani. Sehingga perbedaan kontribusi pesanggem tanah perhutani mengundang polemik arus bawah, ternyata kontribusi tidak ditetapkan besarannya dari pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani setempat. Adapun penetapan  besaran tergantung kesepakatan Lingkungan Masyarakat Daerah Hutan (LMDH) dan pesanggem.
Administratur (ADM) KPH Perhutani Purwodadi Suharto melalui Kasi PSDH Dwi Anggoro mengatakan masa tanam lahan perhutani berdasarkan aturannya pesanggem hanya diperbolehkan menggarap lahan dengan batas waktu tahun ke-3 paska penanaman bibit. Hal itu dilakukan agar tegakan bisa tumbuh sesuai perencanaan.
"Adapun penolakan pesanggem berdasarkan aturan yang telah ditetapkan yakni sebatas 3 tahun penggarapan dengan masa kontrak pertahun," jelas Anggoro, Kamis (20/10) siang.
Adapun kontribusi yang diberikan kepada pihak perhutani digunakan untuk membantu pengadaan bibit dan pupuk melalui Dinpertan TPH.
"Semua pesanggem di data lengkap untuk menentukan kisaran pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) masa tanam para pesanggem," imbuhnya.Ng/Rub

0 comments:

Post a Comment