Tuesday, November 28, 2017

DESA MERTELU PUNYA WISATA FLYING FOX


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrahot, Tugiman mengakui bahwa wisata flying fox di desanya kini semakin diminati oleh wisatawan. Sehingga banyak wisatawan berdatangan menuju desa Mertelu. Mereka untuk menikmati dan menggunakan flying fox untuk naik dan mabur di udara dengan flying fox. Memang, di DIY wilayah Gunungkidul ini dengan dibangunnya obyek wisata minat khusus bernama Flying Fox Sepanjang 623 Meter. Kini Jogja kembali menambah destinasi wisata baru, yaitu wisata Flying Fox yang ada di desa Mertelu Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul, DIY. Menurut Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, permainan Flying Fox ini disebut-sebut terpanjang kedua di Asia Tenggara. Ini berada di kawasan Green Village, kecamatan Gedangsari kabupaten Gunungkidul, sampai awal September ini Gubernur sudah meresmikan Flying Fox tersebut di atas. Gubernur berharap keberadaan wisata Flying Fox berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah kecamatan Gedangsari yang selama ini desanya miskin. “Otomatis itu semua duit jatuh di desa itu. Dampaknya akan tumbuh warung-warung baru dan ada perputaran uang. Dibangunnya destinasi wissata baru itu diharapkan akan adanya peredaran uang di desa Mertelu Kecamatan Gedangsari kabupaten Gunungkidul,” jelasnya. Hal itu diungkapkan Gubernur pada Selasa 29-08-2017. Kata Sultan, di desa Mertelu Gedangsari terdapat industri batik. Sehingga dengan adanya wisata ini diharap ekonomi di wilayah itu berkembang. Sehingga warga masyarakat mampu meningkatkan pendapatannya. Tiket untuk bermain flying fox sebesar Rp 100.000 diharapkan mampu memunculkan aktivitas ekonomi. Misalnya munculnya warung makan, industri suvernir, parkir kendaraan, sehingga terjadi perputaran uang di wilayah itu. Sementara itu Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Aria Nugrahadi mengatakan wahana wisata Flying Fox ini dikelola oleh masyarakat desa dan mendapatkan bantuan dana dari Gubernur DIY. Meski cukup panjang, tetapi Flying Fox cukup aman karena sudah ada tim khusus untuk menangani keamanan dan kenyamana bagi wisatawan pengguna Flying Fox itu. Peretumbuhan ekonomi warga masyarakat diharap berkembang dengan adanya wisata Flying Fox terpanjang di Asia tenggara di desa Mertelu Gedangsari Gunungkidul Propinsi DIY. Flying Fox ini menurut Tugiman, kades Mertelu, katanya semakin jadi tontonan khususnya mereka yang berwisata di wilayah desa Mertelu. “Perjalanan Flying Fox ini menghubungkan antar bukit, memacu adrenalin dan bisa melihat pemandangan yang bagus,” demikian diakui Tugiman kades Mertelu. Diharap tim pengelola dan warga masyarakat bersemangat di desa Mertelu ada tempat wisata ini. (Sab)

0 comments:

Post a Comment