Wednesday, December 13, 2017

Rahasia Account Officer Bank, Menentukan Hidup dan Matinya Sebuah Jasa Keuangan. Seperti Ini Masalahnya...


Kenapa Account Officer dikatakan sebagai ujung tombak dalam usaha jasa keuanga, karena sebuah bank bisa berkembang mapun bangkrut juga ditentukan oleh karakter nasabah. Disinilah peran Account Officer diuji. Maka seorang calon AO harus mengetahui apa itu kredit / kegiatan kredit. Kredit yaitu penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara kreditor / bank dengan pihak lain / debitur, yang mewajibkan pihak peminjam (debitur) untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu / tenor tertentu dengan jumlah bunga yang telah disepakati bersama. Jadi tugas utama seorang Account Officer adalah mencari dan kemudian mempertemukan antara pihak yang membutuhkan dana / uang dengan pihak Bank dimana tempat Account Officer bekerja. Menjadi Account Officer memang merupakan suatu gengsi tersendiri, akan tetapi menjadi seorang Account Officer juga membutuhkan ketrampilan yang sangat kompleks, mengingat seorang Account Officer (AO) harus menguasai kemampuan marketing / sales sekaligus analisis kredit yang cukup matang. Disamping itu seorang AO juga harus bisa memperhitungankan tingkat resiko yang akan / kelak terjadi sekaligus tingkat pengembalian / pembayaran. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh seorang Account Officer adalah ; 1.         Mengetahui detail dan jenis bidang usaha calon debitur 2.         Karakter calon debitur 3.         Mengetahui tentang history usaha debitur 4.         Mengetahui tujuan permohonan kredit 5.         Mengetahui dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan saat pengajuan kredit 6.         Mengetahui analisa terhadap data-data keuangan calon debitur 7.         Mengetahui cara menganalisa coverage jaminan 8.         Mengetahui tingkat kompetisi usaha calon debitur 9.         Mengetahui kondisi makro terkait usaha debitur 10.      Dapat menganalisa tingkat pengembalian calon debitur 11.      Mengetahui keunggulan / kelemahan produk usaha debitur. Kemudian setelah mengetahui seluk bisnis, dan beberapa point tersebut diatas, kemampuan selanjutnya yang dituntut dari seorang account officer adalah menuangkan segala hal yang diketahuinya tersebut kedalam memorandum usulan kredit yang ditujukan kepada panitia kredit / credit committee. Kemampuan membuat usulan inipun jangan dianggap sebagai suatu kemampuan yang dianggap remeh, karena AO harus mampu menjabarkan apa yang diketahuinya mengenai bisnis calon debitur secara lengkap, detail, akan tetapi ringkas serta menarik bagi Panitia Kredit untuk menyetujuinya. Kemampuan account officer untuk mengungkapkan makna dibalik angka-angka hasil analisa keuangan (neraca/balance sheet, cash flow) kemudian menuangkannya di dalam memorandum usulan kredit, mempertahankan argumentasi yang masuk akal di depan Panitia Kredit (terdiri dari 3 – 4 orang) bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Setelah memperoleh persetujuan atas suatu permohonan kredit dari pemutus kredit, jangan langsung bergembira dulu, karena seorang account officer harus menegosiasikan antar persetujuan kredit dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan kepada calon debitur, baik mengenai plafon kredit, jangka waktu dan persyaratan kredit yang harus dipenuhi, dlsb) hingga kedua belah pihak mencapai kata sepakat. Ada kalanya, seorang AO merasa bahwa debitur pasti akan setuju dengan persyaratan yang diberikan oleh committee credit, - belum tentu -. Bisa saja calon debitur menolak dan akhirnya mengambil kredit dari Bank kompetitor. Apabila calon debitur telah setuju, maka AO segera harus membuat Surat Penawaran Kredit sesuai dengan persetujuan antara kedua belah pihak tersebut. Kenapa harus segera, karena bisa saja pada tahap ini, apa bila tidak segera di follow up, calon debitur tiba-tiba berpikir ulang akan kesepakatan tadi, dan kemudian membatalkannya. Setelah Surat Penawaran Kredit / Offering Letter ditanda-tangani oleh debitur, maka AO bekerja sama dengan bagian Legal mempersiapkan Perjanjian Kredit (PK) dan mempersiapkan asesories Perjanjian Kredit, Advice / Nota, serta men-set waktu antara debitur dengan Notaris (apabila Perjanjian Kreditnya notariil). Sehingga Account Officer(AO) adalah orang yang bertugas sejak mencari nasabah  yang layak (awal) – yang sesuai kriteria peraturan Bank -, menilai, mengevaluasi, mengusulkan besarnya kredit yang diberikan, mempersiapkan PK, dan kemudian mengelola debitur yang menjadi kelolaannya. Oleh karena sedemikian banyaknya job description seorang AO, maka untuk mendapat AO yang berkualitas tinggi diperlukan pendidikan yang memadai dan jam terbang yang banyak, agar AO bisa mengenali usaha yang layak dibiayai. Seorang AO yang sudah mendapatkan pendidikan dari internal Bank, baik itu melalui program Officer Development Program / Marketing Development Program / Management Trainee belum bisa langsung diterjunkan ke lapangan dan berharap dapat membawa debitur yang bagus. AO baru tersebut masih harus melakukan mapping area yang bertujuan untuk membuat perencanaan, usaha apa saja yang layak dibiayai di wilayahnya, mengenali karakter-karakter para pebisnis di area tersebut, dan yang paling penting adalah membina networking dengan para pelaku bisnis tersebut. Jangan-jangan merasa cepat putus asa apabila setelah sekian waktu, ternyata berbagai metode pendekatan yang diajarkan di training / seminar / buku marketing / bangku kuliah ternyata tidak membawa hasil yang optimal. Anggap saja waktu sedemikian lama itu adalah waktu untuk belajar lebih mengenali karakter calon debitur, bagaimana membedakan calon debitur yang jujur/pembohong, mengenali berbagai macam jenis dan karakteristik bisnis/bidang usaha. Demikian juga dengan kemampuan-kemampuan AO lainnya, seperti menganalisa laporan keuangan. Tidak jarang ditemukan di lapangan akan ditemui (tanpa sepengetahuan AO), pihak calon debitur membuat laporan keuangan 3 (tiga versi), yaitu versi internal (asli), versi pajak (untuk keperluan pengelabuhan pajak), dan versi bank. Disinilah seorang AO harus sangat jeli, dimana saat melakukan interview dengan calon debitur dan kemudian membuktikannya lewat laporan keuangan. Apabila ada kejanggalan, harap hati-hati, jangan-jangan yang anda pegang laporan keuangan bukan yang asli. Disamping seorang AO harus sedikit paham, mengenai persoalan legalitas didalam perkreditan. Persoalan legalitas jangan dianggap remeh, karena sekali terdapat cacat dalam hal pengikatan jaminan, dan kebetulan mendapatkan debitur yang berkarakter kurang baik, maka saat pengakusisian jaminan (karena kredit macet), dapat dipastikan Bank akan sebagai posisi / pihak yang dirugikan. Dan apabila sudah sampai seperti itu, anda sebagai AO sudah tahu konsekuensinya bukan ? Persoalan penilaian jaminan juga merupakan persoalan yang tidak kalah menariknya untuk dipahami juga oleh seorang AO. Karakteristik jaminan yang bernilai tinggi/rendah, jaminan yang tidak dapat diterima Bank, jaminan yang bersengketa, jaminan yang mempunyai nilai karakteristik khusus, benar-benar harus dipahami oleh seorang AO, agar nantinya pihak Bank tidak diposisikan sebagai pihak yang dirugikan. Jamz

0 comments:

Post a Comment