Tuesday, January 23, 2018

Menjijikkan, Siswi SMP Tewas usai "Ngamar". Seperti Ini Hasil Otopsinya...


Bali, Kematian siswi SMP berinisial LGDS asal Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali menggegerkan masyarakat pada Minggu (21/1/2018). Gadis berusia 14 tahun tersebut diketahui tewas setelah berhubungan badan kedua kalinya dengan pacarnya yang berinisial AW. 

Saat ini pacar siswi SMP tersebut sudah dijadikan tersangka. Kendati demikian, penyebab kematian gadis itu tidak hanya karena hubungan badan itu. Melansir dari tribun Bali, hasil pemeriksaan luar di BRSUD Tabanan diketahui kalau korban mengalami pendarahan di kelamin dan kulit lebam. Selain itu, diperkirakan korban sudah meninggal di atas 30 menit atau dibawah pukul 14.00 wita. Hasil pemeriksaan itu juga diperkuat oleh tim forensik RSUP Sanglah yang berlangsung sekitar pukul 08.30 Wita. 

Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan beberapa luka lecet dan luka memar di tubuh korban. Menurut keterangan Kepala Instalasi Kedoteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, dr. Dudut Rustiyadi, luka lecet dan memar tersebut ditemukan di bibir, leher kanan-kiri, dada, dan paha kanan-kiri. "Dari pemeriksaan luar jenazah, kami temukan ada beberapa luka, yaitu luka lecet dan memar pada daerah bibir, leher, dada dan di paha," kata Dudut. Selain itu, dari kemaluan juga keluar darah. Penyebab korban meninggal dari hasil pemeriksaan luar karena kekurangan oksigen. Hal ini karena ditemukan warna kebiruan di bibir dan kuku. Dari organ-organ dalamnya juga ada bintik-bintik pendarahan dan pelebaran pembuluh darah.

 "Jadi orang ini mati, karena mati lemas kekurangan oksigen," tambah Dudut. Kronologi Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMP asal Kecamatan Selemadeg berinisial LGDS (14) meninggal setelah berhubungan badan sebanyak dua kali dengan pacarnya berinisial AW (25) asal Kecamatan Seririt, Singaraja. Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Bali, kedua sejoli ini mulai saling mengenal sejak 29 Desember 2017 melalui aplikasi BBM. Perkenalan itu diikuti beberapa kali mulai pertemuan. Dan keduanya sepakat berpacaran. AW kemudian mengajak LGDS berhubungan intim layaknya hubungan suami istri, Minggu (21/1). Sebelumnya, keduanya bertemu di daerah Air Terjun Singsing Angin, Desa Apit Yeh, Kecamatan Selemadeg sekira Pukul 13.30 wita. Kemudian korban diajak oleh pacarnya ke tempat kost di daerah Dangin Carik, Tabanan. Sesampai di kost, mereka ngobrol dan nonton televisi lalu berhubungan badan sebanyak dua kali. Pada saat berhubungan badan yang kedua kali, korban mengeluarkan darah dari kelaminnya, kemudian selesai berhubungan ditinggal oleh pacarnya ke kamar mandi. Kembali dari kamar mandi tiba-tiba dilihat korban sudah tidak sadarkan diri, lalu sang pacar membawa korban ke rumah sakit sekira pukul 15.30 wita. Sampai di BRSUD Tabanan korban langsung diperiksa dan dinyatakan meninggal. 

Hasil pemeriksaan luar, korban mengalami pendarahan di kelamin, kulit lebam, diperkirakan korban sudah meninggal di atas 30 menit atau dibawah pukul 14.00 wita. Dokter jaga di UGD BRSUD Tabanan, dokter Deni membenarkan kejadian tersebut. Jenazah korban telah selesai diperiksa pada sore hari. "Untuk penyebab pasti kematian korban, harus menunggu hasil autopsi dulu. Rencananya akan dibawa ke RSUP Sanglah," katanya, Minggu (21/1). 

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa membenarkan adanya peristiwa itu. Pacar korban saat ini masih berada di Polres Tabanan untuk dimimtai keterangan. "Benar ada kejadian itu. Pacarnya masih di Polres dan jenazah korban akan dibawa ke RSUP Sanglah, " jelasnya. GusR

0 comments:

Post a Comment