Monday, January 22, 2018

OBYEK WISATA TELAGA JONGE PACAREJO




Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalaonline – Telaga Jonge terletak di desa Pacarejo kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul DIY tidak seperti biasanya. Seperti yang terjadi pada tiga hari yaitu tanggal 25, 26 dan 27 November 2017 lokasi Telaga Jonge airnya melimpah, bagaikan laut di pegunungan. Karena hal ini pada tiga hari tersebut terjadi badai siklon cempaka.

Di kala telaga Jonge Pacarejo airnya mbludag hanya sedikit wisatawan yang datang. Karena saat itu memang musim hujan berturut turut selama tiga hari. Bahkan ini dinamakan bencana karena di Gunungkidul terjadi banjir air yang melimpah di setiap perkebunan. Juga di semua sungai di Gunungkidul terjadi banjir.

Hal itu menyebabkan keresahan warga masyarakat di wilayah kabupaten Gunungkidul. Tidak dikira bahwa di Gunungkidul terjadi banjir. Namun itu semua adalah kehendak Tuhan, jadi harus diterima oleh manusia. Bencana yang lain terjadi di seputaran desa Pacarejo kecamatan Semanu Gunungkidul.

Tanah ambles di wilayah Wediutah, juga di desa Krambilsawit terjadi tanah bengkah dan ambles. Sekolah di Kemadang terendam banjir, wilayah kecamatan Nglipar warga tepi sungai juga kena dampak banjir, dan wilayah lain di Gunungkidul terjadi bencana. Termasuk juga di wilayah kecamatan Gedangsari. Hingga awal bulan Januari 2018 semua kurban telah tertangani. Hal ini diakui oleh Imam Santoso SIP camat Gedangsari.

Bencana di Gunungkidul terjadi lagi pada 22 Januari 2018, yaitu jalan Wonosari, tepatnya di wilayah desa Putat jalan sisi selatan longsor sepanjang sepuluh meter lebar dua meter. Keadaan jalan terpaksa dijaga Polisi agar pengendara mobil dan motor berhati hati dan harus buka tutup atau bergantian untuk melewati jalur itu. Memang telaga Jonge dekat dengan Makam Kyai Jonge, disitu sering didatangi wisatawan minat kusus.

Kembali soal Telaga Jonge di desa Pacarejo, tanggal 22 Januari 2018 airnya cukup meluap, hampir peres tebing telaga. Sehingga tidak muntah keluar hanya penuh dan posisi seperti ini indah untuk dipandang oleh wisatawan. Sehingga wisatawan yang datang sangat banyak untuk berwisata di telaga Jonge sambil naik perahu dan bermain ditepi telaga.

Bahkan banyak juga para remaja putra dan putri berdatangan dari berbagai daerah untuk melihat pemandangan telaga Jonge yang kini airnya melimpah. Dilengkapi perahu untuk dinaiki di atas air dan berlarian keliling telaga sambil bermain di atas air itu. “Tentu saja mengundang wisatawan luar daerah jika Telaga Jonge airnya penuh. Karena telaga yang luas terkesan seperti di laut,” kata salah satu wisatawan pelajar. (Sab)

0 comments:

Post a Comment